Melihat Wisata Raja Ampat & Wisata Lereng Lawu

Merdeka. com – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memaksa supaya kapal wisata yang bekerja di wilayah itu memanfaatkan pemandu wisata lokal yang bersertifikat untuk memandu perjalanan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi Lamatenggo menjelaskan, semua kapal wisata yang bekerja di Raja Ampat, Papua Barat mesti sertakan pemandu wisata lokal bersertifikat.

Ia menjelaskan, bila kapal wisata yang bekerja di Raja Ampat tidak memanfaatkan pemandu wisata lokal karena itu pemda akan tidak keluarkan izin masuk ke tempat wisata.

Menurut Yusdi, sikap tegas itu dikerjakan supaya perjalanan trip kapal wisata di Raja Ampat nyaman serta hindari kerusakan terumbu karang karena kapal wisata itu.

Raja Ampat Wajibkan Kapal Wisata Pakai Pemandu Lokal

Ia menghimbau terhadap semua stakeholder pariwisata terlebih warga supaya menyampaikan terhadap Dinas Pariwisata kalau menemukannya kapal wisata mengerjakan perjalanan tempat wisata Raja Ampat tanpa pembantu sampai-sampai diolah.

Selain itu, Sekda Raja Ampat, Yusuf Salim menjelaskan, kapal wisata atau LOB yang bekerja di Raja Ampat akan tetapi tidak menuruti ketentuan yang berlaku bakal ditindak.

Seperti dikutip dari Di antara, ia mengungkap, sikap tegas itu dikerjakan membuat perlindungan kelestarian alam Raja Ampat mengingat banyak kapal wisata yang masuk bekerja di Raja Ampat akan tetapi tidak menuruti ketentuan sampai-sampai berlangsung kerusakan terumbu karang.

Ditambah kalau pemerintah kabupaten Raja Ampat tak kan berikan toleransi untuk kapal wisata yang mengerjakan pelanggaran. Ditemui pelanggaran langsung diberi sangsi serta tidak diijinkan bekerja di Raja Ampat.

Wisata Karang Anyar Rusak, Berikut Kronologisnya

Wisata Lereng LawuKaranganyar – Gagasan pembukaan area wisata di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu berakhir pada perusakan rimba. Rimba yang pada awalnya dipenuhi pohon hijau saat ini tampak gundul.

Pengamatan detikcom di area, Jumat (10/1/2020) , ruang tempat yang gundul tampak dipasangi garis batas polisi. Kira-kira tujuh polisi pun tampak di ruang tempat gundul itu dengan bawa camera, sampai meteran.

Mau bikin jalan masuk ini, faksi pengelola mengerjakan pengeprasan tebing sampai membuat jalan selebar tiga mtr. serta selama hampir 100 mtr.. Di ujung jalan masuk itu, tebing yang awalannya miring kira-kira 30 derajat udah menjadi tanah luas. Di area tempat gundul itu tampak garis-garis sisa roda di atas tanah.

Di sisa tebing yang dikepras tampak terjal. Pada tanah luas itu udah tampak ada ketidaksamaan ketinggian tanah. Beberapa batu mempunyai ukuran besar pun tampak berantakan di banyak titik.

Sejumlah tangkai pohon pinus mempunyai ukuran besar pun tampak tertimbun tanah. Dibagian tengah tanah luas itu tampak lubang besar sisa akar pohon yang dipasangi garis polisi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *